Skip to main content

follow us

Dampak covid-19 beralih dari bisnis Online jadi Offline

Sharing pengalaman semoga menginspirasi bagi yang merasakan dampak covid-19 bagi usahanya dan otomatis ekonominya.

Ada kebijakan dari Pemerintah salah satunya sekolah dirumahkan belajarnya via online, pekerjaan orang tua pun bertambah saat dirumah, nikmat bisa berkumpul bersama keluarga disisi lain tiap hari mengerjakan tugas anak, dan mengerjakan tugas ini menggunakan pikiran, semakin                      mengkeret kening orang tua.

Ditambah yang usahanya jualan online dengan sasaran marketnya pelajar, dirumahkan bertambahlah nikmat, menjadi tantangan sendiri bagaimana cara ikhtiarnya dalam kondisi baru dialami.

Iklan berbayar pun tak ada manfaatnya, jadi memang kode alam memberitahu untuk istirahat total usaha jualan onlinenya.

Peluang-peluang usaha offline


Agar dapur tetap ngebul, sembari ngajari tugas dari sekolah berpikir mengamati dan menangkap peluang yang ada kondisi saat ini.

Yang pertama, setelah pemerintah mengumumkan masyarakat umum agar mengunakan masker kain, saya coba jalani ini, kebetulan punya kenalan produsen yang dulunya jahit baju beralih jahit masker, katanya demi mempertahankan yang sudah 10 tahun ikut dengannya, cerita ini sudah saya posting bisa dibaca disini Perjuangan Seorang Bos Konveksi

Ternyata banyak juga penjualnya dan seiring berkembangnya masker kain ini hampir rata masyarakat menggunakannya karena bantuan dari dermawan yang memberikan masker gratis dimana-dimana.

Akhirnya usaha jualan masker kain ini menurut saya tidak potensial lagi.

Yang kedua, takjil cukup lumayan, bagi sebagian orang takjil untuk berbuka puasa menjadi kebutuhan setiap harinya, bagus lagi menerima pesanan, dapat pesanan.

Yang ketiga menerima paket bingkisan lebaran, disaat himbauan dirumah saja, kecemasan orang berada diluar bagus juga untuk jasa pesan bingkisan lebaran, beli sampel produk yang akan dibuat bingkisan, ambil foto dengan beberapa paket yang berbeda, jadi kita bisa menawarkan beberapa pilihan paket bingkisan lebaran kepada orang yang kita kenal melalui whatsapp.

Usaha offline digencarkan, semisal di ramadhan ini membuka jasa belanja online siap antar kerumah, kemudian usaha takjil untuk berbuka puasa, menerima jasa bingkisan lebaran.

Kembali seputar bisnis online saat pandemi corona


Bisnis Online sepertinya ikut berdampak, karena orang takut juga kemasannya yang dipaketkan ini ada covid-19 jadi tidak langsung dibuka di semprot disinfektan baru setelah 2 hari berani membukanya.

Ini diketahui pada pembeli online saya, memberitahukan kalau pesanan sudah diterima tapi belum dibuka, karena cemas ada virus corona, disemprot dan didiamkan selama 2 hari.

Memperhatikan itu, sepertinya jualan produk market pelajar dan fashion, tidak memungkinkan saat ini, sebagian anggaran rumah tangganya dikeluarkan hal-hal yang berkaitan dengan covid-19 seperti vitamin untuk imunitas tubuh, kebutuhan pokok karena ada himbauan dirumah saja.

Dikondisi seperti ini menjadi tantangan sehingga yang dipikirkan solusi, solusi yang saya temukan saat ada himbauan dirumah saja, adalah menghasilkan uang dari internet, dengan produknya jasa ataupun produk digital.

Misalnya usaha jasa promosi online, jasa buat blog, jasa buat logo, untuk produk digital bisa membuka bimbingan toko online, menjual ebook, menjual template blog premium.


Penghasilan dari internet menjadi alternatif untuk mendapatkan pemasukan, meski harus cermat menangkap peluang yang potensial.

Kesimpulan


Dampak covid-19 beralih dari bisnis Online jadi Offline, disaat usaha online berdampak karena sasaran marketnya sementara waktu pasif, perlunya menyasar potensi usaha offline, kita perhatikan lingkungan ada potensi usaha apa yang bisa dikerjakan.

You Might Also Like:

Newest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar